Main » 2011 » May » 1 » Hikmah Mencintai dengan Sederhana
8:30 PM
Hikmah Mencintai dengan Sederhana
Saya cerita dikit nih tentang kejadian yang terjadi hari ini. Ya.. semacam curhat lah..
Kira-kira panjang, tapi bermakna banget untuk saya maupun pembaca nantinya.

Sebelumnya, saya mulai perkenalkan sedikit tentang kekasih saya. Ya.. dialah yang mendiami blog ini bersama saya sekarang. Kalau saya nilai, memang dari dulu kekasih saya ini pemalu, lugu, gadis yang polos, dan tentunya sederhana. Tapi dia bukan gadis desa. Besar di sekitar 1 km dari pusat alun-alun kota kami. Dia bukan pendiam, apalagi kuper. Temannya banyak dan bakal diterima oleh setiap golongan dimanapun dia berada. Jika anda bersamanya, pasti yang terasa adalah keceriannnya, kegembiraannya, senyumnya, wangi parfum melati-nya, dan yang pasti adalah smangadnya! Itulah yang saya kagumi daripada gadis-gadis yang pernah saya temui.

Alkisah, dulu waktu pertama kali jadian. Dia jarang sekali mengatakan kalimat "cinta" atau "sayang". Hampir 3 bulan saya kekeringan dengan kata-kata seperti itu. Saat pertama kali jadian pun, dia cuma mengatakan 2 ringkasan kata yaitu "Aku pisan" (bahasa Jawa) yang artinya "Aku juga."

Lambat-laun, karena kecerdikan dan ketelatenan saya mungkin, dalam mengajarinya mengatakan itu, akhirnya sekarang dia bisa mengatakannya dengan saaaaaangat halus, lembut, indah, dan tentunya lebih enak didengar daripada kalau saya yang mengatakan.

Tentu saja, ini sangat penting bagi saya, mengingat hubungan kami yang LDR. Jadi hanya kata-katalah yang bisa diekspresikan lewat telepon atau SMS. Kami saling bergantian mengungkapkan perasaan masing-masing.

Biasanya, malam minggu ataupun hari Minggu adalah waktu buat kami untuk bercakap-cakap via saluran udara alias HP. Seperti biasa, kami bercanda, saling merayu, curhat dan banyak lagi yang bisa kami tularkan satu sama lain.

Ada satu kebiasaan yang dimilikinya, yakni saat saya sapa misalnya dengan sapaan "Sayang...", pasti dia akan menjawab dengan kata "hem?" atau "apa?" Berbeda dengan saya, kalau disapa dia, saya akan menjawab "iya, sayang.." atau "iya, ada apa sayang?" atau apapun yang tidak sesingkat jawaban kalau dia yang dipanggil.

Tentunya, saya sedikit tidak puas, dan akhirnya tadi sore, Minggu-010511, ketika kami sedang saling bertelepon, saya memutuskan untuk mengajarinya menjawab sapaan sayang dari saya.

Saya menginginkan dia menyahut kalau saya sapa minimal dengan kata-kata "iya, Sayang.." dan saya mengatakan hal ini kepadanya.

Setelah dia mengerti maksut saya, kemudian saya coba menyapanya dengan kata "Sayang.."
Saya terkejut mendengar jawaban "Kapan-kapan aja ya.."
Maksutnya, dia tidak ingin langsung saat itu juga mempraktekkan yang saya inginkan itu, tapi lain waktu. Mungkin karena malu atau sedang tidak mood.

Ya.. karena saya rasa kata-kata "iya, sayang.." itu sangat mudah diprektekkan, saya pun mencobanya lagi dan menyapanya lagi..
Dia tetap menjawab "hem?"
Kemudian saya sapa dia lagi sambil sedikit bercanda,
Dia pun tetap menjawab "hem?", tapi kali ini nadanya lebih tinggi.
Kemudian saya sapa lagi,
Jawabnya tetap "hem?" dengan nada yang lebih tinggi.
Lalu, sambil bercanda saya mengancam akan mematikan telepon kalau tetap dijawab "hem?"
Selang beberapa detik, dia langsung mematikan teleponnya dan membalas dengan sms kalau saya ini "meksoan" (suka maksa).

Alhasil, dia pun ngambul (cemberut) tidak mau telepon lagi.

Padahal, kata-kata "iya, sayang.." sangat mudah diucapkan ketimbang mengucapkan kalimat "aku sayang kamu" atau "aku cinta kamu". Tapi kenapa sulit sekali untuk diucapkan olehnya?

Akhirnya, saya meminta pendapat dari 3 penasihat-penasihat saya yang tersebar di tanah Jawa.

Penasihat saya yang pertama bilang :
"Waktu yang akan membuatnya berubah. Haruslah sabar menghadapinya dan jangan cuma karena masalah panggilan saja jadi dipermasalahkan.. Itu gunanya pacar.. Sebaiknya kita belajar menerima pasangan kita apa adanya, tidak boleh memaksa, jalani saja. Dan ucapan itu tidak penting, yang terpenting adalah hati dan perasaannya cuma buat kamu." -Ciz-

Penasihat kedua berkata :
"Mungkin dia tipe pemalu, tapi yang terpenting perhatian darinya tidak terputus. Itu lebih penting daripada sekedar kata sayang." -Raf-

Penasihat ketiga berkata :
"Mungkin dia sedang tidak mood untuk bilang itu" -Da-


Gak terkecuali matematika, gak terkecuali fisika, biologi, algoritma, bahasa, termasuk kata-kata pun akan saya analisis.

Dari penasehat pertama, akhirnya saya sadar, bahwa mungkin saya kurang bersyukur dengan apa yang ada pada dirinya. Saya terlalu fokus mementingkan bagian sampul saja, bukan isi yang terkandung di dalamnya. Sebenarnya yang terpenting bukan apa yang dia ucapkan, tapi apa makna dibalik hatinya itu.

Dari penasehat kedua, menyadarkan saya bahwa perhatiannya itu justru terungkap dalam kata-kata sederhana yang di ucapkan. Walaupun sederhana, sungguh perhatiannya memang tidak terputus dan hanya dengan mengucapkan "aku pisan" (aku juga), itu sudah berarti kalimat sayang yang terucap darinya. Hanya dengan kata "hem?" itu sudah bermakna "iya,sayang" dan banyak makna lagi.

Dari penasehat ketiga, saya pun sadar, bahwa saya kurang begitu memperhatikan kondisinya waktu itu. Barangkali dia sakit, barangkali dia sedang datang bulan, barangkali dia sedang kecapek'an, hal seperti itu pun belum sempat saya ketahui tadi.


Ya, dari cerita di atas, saya ingin berbagi hikmah yang berhasil menyadarkan saya tentang beberapa hal dalam mencintai seseorang.

"Jika kita mencintai seseorang, cintailah kesederhanaannya, karena di dalam kesederhanaanya itulah tesimpan sejuta makna cinta yang khas dan tidak dimiliki orang lain.
Cintailah keunikannya, karena setiap orang diciptakan berbeda-beda dan pasti tidak akan ada orang lain yang mencintai anda seperti dia mencintai anda."

Seperti kekasih saya ini.
Sekarang, saya tidak lagi mempermasalahkan perihal ucapan itu lagi. Saya sangat beryukur bisa mencintainya dan mencintai kesederhanaanya.

Sekarang, saya jauh lebih senang dia membalas kalimat kata-kata cinta saya dengan kata "aku pisan" daripada kalimat umum seperti "aku sayang kamu", "aku cinta kamu", maupun "I love You", dlsb.
Sebab itulah kalimat khasnya yang paling sederhana yang bisa menggambarkan sejuta kalimat cinta. Mungkin karena besarnya cinta dalam hatinya itu, hingga dia hanya berucap "aku pisan" saja. Dan memang benar, kadang orang yang mau "nembak" pun, saking geroginya dia sampai tidak bisa berucap apa-apa ketika di depan orang yang dicintainya. Mungkin seperti itu juga yang dia alami.

Kata "Hem?", itu juga bagian dari ciri khasnya dan bukan dia lagi kalau tidak mengatakan itu. ya gak?

Akhirnya, sekarang saya lebih bersyukur menerimanya apa adanya. Sebab saya pun pernah mengatakan dalam tulisan saya yang lain bahwa "Sesederhana mencintai adalah mencintai kesederhanaannya" (My note on 250411). Kalimat tersebut memang terbukti dan hikmah itu saya alami hari ini dalam cerita yang singkat ini.

Terima kasih buat penasihat-penasihat saya yang tersebar di pulau Jawa ini, terima kasih kepada kekasih saya yang tanpa sengaja memberi saya pelajaran berarti hari ini, dan yang paling penting saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hikmah-hikmah yang tersampaikan pada hari yang penuh kasih sayangMu ini.

Semoga bermanfaat..



SMANGAD!

Kosan SKB212, 010511 11:30 PM

Rodez,
Category: Self Upgrading | Views: 11632 | Added by: dx-c0mmer | Tags: cinta, hikmah, sederhana | Rating: 5.0/1
Total comments: 3
1  
so sweet..
enak keknya jd pacar km
mau doonggggg?

2  
@ernie : saya udah punya pacar di bandung,, maaf ya..

3  
oooh gituuuu?
okeeeeee!!!! fineee!!!!

Name *:
Email *:
Code *:
Categories - nye..
Self Upgrading [30]
disini artikel-artikel buat nambah pengetahuan pribadi.. hehe
Internet Science [4]
Pengetahuan mengenai dunia internet
Computer [9]
All about komputer here!
Hobby [3]
About my hobby
Tag Board
Kapan saja saya bikin tulisan??
«  May 2011  »
SuMoTuWeThFrSa
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031
Blog Teman
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0